Zona Hewan Seseorang yang hidup di desa, hobi menulis, memelihara aneka hewan dan senang bertani organik !

Jenis Kelinci Lokal Indonesia

2 min read

Jenis Kelinci Lokal Jawa

Jenis Kelinci Lokal – Halo teman-teman, pada pertemuan kita kali ini saya akan mengulas tentang kelinci lokal atau kelinci asli Indonesia.

Teman-teman mungkin sudah tidak asing dengan kelinci import seperti anggora, flemish giant dan new zealand.

Tapi saya yakin masih banyak pecinta kelinci yang belum tahu tentang jenis kelinci asli Indonesia.

Oleh karena itu, saya sangat tertarik mengulas tema ini di Zonahewa.com agar kta bisa sama-sama belajar tentang ke aneka ragaman kelinci.

Jadi untuk kalian yang penasaran, silahkan simak pembahasanya dibawah ini.

Jenis Kelinci Lokal di Indonesia

Kelinci adalah hewan mamalia yang tergolong dalam keluarga Leporidae. Hewan berkaki empat ini memiliki telinga yang panjang. Ia terkenal pandai berlari dan menggali lubang.

Tak kalah dengan negara lain, Indonesia juga memiliki beberapa jenis kelinci asli yang mendiami pulau-pulau di Nusantara. Nah seperti apa jenisnya, silahkan lihat dibawah ini.

1. Kelinci Jawa

Jenis Kelinci Lokal Jawa

Kelinci Jawa memiliki nama latin Lepus nigricollis. Ia tergolong dalam keluarga Leporidae dan genus Lepus.

Seperti namanya, kelinci ini banyak ditemukan di pulau Jawa, terutama di Jawa Barat. Di alam bebas, kelinci jawa menyukai wilayah dataran tinggi yang berbatu.

Meski tergolong sebagai kelinci kecil, namun bobot kelinci jawa bisa mencapai 6 kg dengan panjang sekitar 40 cm.

Kelinci jawa asli memiliki bulu pendek berwarna kelabu kekuningan, namun karena berbagai persilangan, kini ada juga yang berwarna putih.

Meski terlihat kurang menarik untuk dipelihara, kelinci jawa memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kelinci import.

Beberapa diantaranya yaitu lebih kebal dari serangan penyakit sebab sudah terbiasa dengan iklim di Nusantara. Masa hidupnya juga lama, yaitu sekitar 5 – 10 tahun.

Selain itu, kelinci jenis ini bereproduksi sangat cepat, menurut Wikipedia, ia mampu bunting 7 kali dalam setahun dengan jumlah anak rata-rata 6-12 ekor.

Baca juga : Jenis Kelinci Pedaging dan Harganya

2. Kelinci Sumatra

Kelinci Sumatra

Kelinci sumatra dikenal juga dengan nama Kelinci belang Sumatra atau Kelinci Sumatra telinga pendek. Ia memiliki nama latin Nesolagus netscheri.

Kelinci sumatra merupakan jenis kelinci liar yang ditemukan di pulau Sumatra, yaitu di hutan tropis di pegunungan Bukit Barisan.

Jenis kelinci ini memiliki panjang tubuh sekitar 40 cm, berwarana kecokelatan dan bergaris-garis hitam. Di alam liar, ia mendiami hutan dengan ketinggian 600-1400 m dpl. Akti pada malam hari atau hewan nokturnal dan  menempati bekas lubang hewan lain.

Perlu teman-teman ketahui, kelinci sumatra merupakan salah satu mamalia yang dilindungi. Dari tahun ketahun populasinya mengalami penurunan. Menurut IUCN Red List (iucnredlist.org) kelinci belang sumatra tergolong hewan yang rentan terhadap kepunahan.

3. Terwelu

Terwelu

Terwelu atau tegalan merupakan hewan menyusui yang tergolong dalam keluarga Leporidae. Nama latin terwelu yaitu Lepus curpaeums.

Terwelu sangat mirip dengan kelinci jawa, bulunya berwarna kelabu kecoklatan dengan sisi tubuh berwarna putih. Kepala berukuran kecil, kumis dan daun telinga panjang.

Bobotnya sekitar 4 – 5 kg dengan panjang tubuh 50 – 70 cm. Keunikan dari terwelu yaitu ia mampu berlari dengan kecepatan mencapai 70 km/jam.

Meski termasuk dalam keluarga dan genus yang sama, ternyata ada beberapa perbedaan antara kelinci dan terwelu, diantaranya yaitu :

  • Kelinci biasanya bersarang dalam lubang untuk beranak dan membesarkan anak-anaknya. Anak-anak kelinci terlahir tak berbulu dan tidak berdaya, bahkan belum mampu melihat.
  • Terwelu melainkan dan membesarkan anaknya hanya di atas hamparan rumput (tidak bersarang di dalam lubang). Sejak lahir anak-anak terwelu sudah berbulu dan matanya terbuka sehingga lebih cepat mandiri.

Cara Merawat Kelinci Lokal

Berikut ini rangkuman singkat cara merawat kelinci lokal :

1. Menyediakan Kandang yang Nyaman

Pastikan kita menyiapkan kandang yang nyaman serta aman agar kelinci tetap sehat dan bisa beranak pinak.

Ukuran kandang minimal lima kali lebih besar dari ukuran kelinci supaya ia dapat bergerak dengan bebas.

Alasi kandang dengan jarami atau serutan kayu halus. Selain itu, jangan lupa buatkan tempat untuk bersembunyi. Anda bisa membuatnya dari kayu atau bahan sejenisnya.

2. Memberikan Makanan, Camilan, dan Air

Teman-teman bisa memberikan makanan berupa rumput dan juga pelet. Selain itu, sayuran seperti wortel, kol hijau, bayam, dll juga sangat bagus untuk kelinci.

Pastikan kalian tidak memberikan makanan yang tidak bagus untuk kelinci, beberapa jenis makanan yang harus dihindari diantaranya yaitu makanan manusia seperti roti, permen, cokelat, produk susu, dll.

Selain makanan, sediakan juga air bersih sebagai minum si kelinci. Kalin bisa menaruh air minum tersebut dalam mangkuk atau niple khusus untuk kelinci. Ganti air setiap hari agar kebersihanya tetap terjaga.

3. Memberi Kelinci Waktu Bermain dan Berlatih

Kelinci juga bisa bosan dan stress. Agar hal ini tidak terjadi, ajak kelinci untuk bermain di luar kandang atau di kandang khusus dengan ukuran yang lebih besar dari kadang biasanya.

4. Memelihara Lebih dari Seekor Kelinci

Kelinci merupakan hewan sosial, jadi sebaiknya pelihara lebih dari satu kelinci agar mereka bisa bermain bersama.

5. Menjaga Kesehatan Kelinci

Menjaga kesehatan kelinci artinya anda harus menjaga kebersihan kelinci, mulai dari kandang maupun kelinci itu sendiri.

Bersihkan kandang dari kotoran setiap hari. Jangan sampai ada kotoran yang menumpuk karena bisa menjadi sarang penyakit.

Nah, demikianlah 3 jenis kelinci lokal di Indonesia dan cara merawat kelinci lokal yang bisa kita bahas pada kesempatan ini. Semoga ulasan tersebut bisa menambah wawasan kita tentang hewan endemik Nusantara. Sekian dari saya, sampai jumpa dalam artikel lainya.

Zona Hewan Seseorang yang hidup di desa, hobi menulis, memelihara aneka hewan dan senang bertani organik !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *