Obat Cacing Kucing

Diposting pada

Obat Cacing Kucing – Cacingan adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing yang tinggal di dalam sistem pencernaan.

Cacingan tidak hanya di alami oleh manusia, namun hewan juga bisa mengalami cacingan, termasuk kucing. Baik anakan kucing maupun kucing yang sudah dewasa.

Cacing parasit ini biasanya tinggal di area usus, ia akan berkembang biak dan menyerap nutrisi yang dimakan oleh kucing. Apabila hal ini dibiarkan saja, hari demi hari kesehatan kucing akan menurun dan dapat berakibat fatal.

Oleh karena ini, sebagai seorang catlovers kita harus mengerti tentang ciri-ciri kucing cacingan, penyebab terinfeksinya, hingga cara mengobati dan jenis obat cacing kucing yang ampuh.

Nah, untuk membantu para catlovers yang belum memahami masalah cacing parasit, ZonaHewan.com akan mengulasnya secara lengkap dibawah ini.

Jadi silahkan simak dengan baik supaya informasi yang kami sampaikan bisa dipahami.

Penyebab Kucing Cacingan

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kucing mengalami cacingan :

Penyebab Kucing Cacingan

1. Makanan yang Tidak Higienis

Kucing cacingan bisa disebabkan karena makanan yang tidak higienis. Masuknya cacing atau telur cacing kedalam sistem pencernaan bisa melalui berbagai macam makanan, seperti memakan daging mentah, ikan mentah atau hewan mati yang terinfeksi cacing atau telur cacing.

Bisa juga karena memakan kutu atau tungau yang terdapat telur cacing, atau melalui makanan lain yang tidak bersih.

2. Terinfeksi

Hal ini biasanya terjadi pada anakan kucing. Indukan kucing yang sedang mengalami cacingan bisa menularkan penyakit tersebut melalui susu yang diminum oleh anaknya.

3. Lingkungan Kotor

Perhatikan tempat bermain kucing, pastikan lingkungan bermainya bersih agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk cacing.

Lingkungan yang tidak bersih biasanya akan menjadi sarang berbagai bakteri dan parasit jahat. Jadi mulai sekarang perhatikan lingkungan sekitar yang sering dijadikan tempat bermain kucing.

Jenis Cacing yang Menyerang Kucing

Menurut informasi dari situs royalcanin.com, ada dua jenis cacing yang biasanya ditemukan dalam usus kucing, diantaranya yaitu :

1. Cacing Gelang

Cacing gelang atau nematoda adalah hewan parasit berbentuk bulat dan panjang. Menurut hasil penelitian ada sekitra 500.000 jenis cacing gelang. Namun diketahui hanya ada sekitar 60 jenis yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Dalam kasus kucing cacingan, cacing gelang biasanya ditemukan didalam usus kecil anakan kucing. Cacing tersebut tidak hanya menginfeksi bagian usus saja, namun juga berkembang biak.

Apabila hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, cacing gelang tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pada usus.

Infeksi cacing ini dapat dideteksi dari adanya telur cacing pada area anus atau fases kucing.

2. Cacing Pita

Taenia atau cacing pita adalah parasit vertebrata yang menginfeksi manusia dan hewan.

Setidaknya ada tiga jenis cacing pita yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, diantaranya Taenia solium, Taenia asiatica, dan Taenia saginata.

Pada kucing, cacing pita biasanya menempel pada dinding usus. Ia dapat menyebabkan diare, kembung, dan terkadang kerontokan pada bulu.

Sama dengan cacing gelang, keberadaan cacing pita bisa dilihat dari adanya telur cacing (seperti butiran beras) pada fases kucing.

Ciri-ciri Kucing Cacingan

Ciri-ciri Kucing Cacingan

Sebelum membeli obat cacing kucing, sebaiknya kita identifikasi terlebih dulu. Apakah benar kucing tersebut cacingan? Berikut ini beberapa gejala cacingan pada kucing yang perlu kamu perhatikan.

1. Diare

Diare atau mencret merupakan penyakit yang membuat penderita sering buang air besar dengan kondisi fases encer.

Ada banyak penyebab kucing mengalami diare, salah satunya yaitu karena infeksi cacing pada sistem pencernaan.

Coba perhatikan fases atau poop kucing kalian yang mengalami diare, apabila terdapat cacing atau telur cacing dalam fases tersebut, bisa dipastikan bahwa kucing kalian mengalami cacingan.

2. Kehilangan Berat Badan

Cacing mencuri nutrisi dari dalam tubuh kucing, jika dibiarkan, perlahan kucing akan kehilangan berat badanya.

Kucing akan terlihat kurus, terutama pada bagian ruas tulang belakang dan pinggul.

Namun pada bagian perut akan terlihat membengkak, bundar seperti kekenyangan atau seperti kucing yang sedang hamil.

Perut yang membuncit ini menandakan adanya permasalahan pada sistem pencernaan.

Nutrisi yang masuk melalui makanan tidak bisa terurai dan terserap oleh kucing.

Jika dibiarkan saja, hal ini akan berbahaya karena tubuh si meong akan menjadi tak berdaya karena kekurangan nutrisi.

3. Bulu Kering dan Kasar

Sama halnya dengan kehilangan berat badan, bulu kucing yang kering, kasar dan kusam disebabkan karena kebutuhan nutrisi kucing tidak terpenuhi.

Nutrisi yang masuk melalui makanan tersebut diambil alih oleh cacing parasit. Artinya kucing tidak mendapatkan vitamin, mineral, serta protein yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh maupun bulunya.

Sehingga bulu kucing yang sedang cacingan kerap terlihat kusam, kusut dan tidak berkilau.

4. Muntah

Selain diare, cacingan pada kucing juga bisa menyebabkan kucing muntah-muntah.

Jumlah cacing parasit yang menumpuk dalam sistem pencernaan dapat merusak kesehatan lambung, alhasil kucing bisa mengalami muntah parah.

Bahkan dalam beberapa kasus, muntahan tersebut disertai sebandul cacing yang menggeliat.

Jika sudah seperti ini, kita harus segera mengobatinya. Apabila dibiarkan akan berdampak fatal bahkan berpotensi kematian pada kucing.

5. Darah di Fases

Infeksi yang disebabkan cacing dalam sistem penecernaan kucing tidak hanya menyebabkan diare saja. Tak jarang kucing mengelurkan fases yang disetai dengan darah.

Hal ini disebabkan karena infeksi cacing tersebut membuat usus atau lambung kucing mengalami luka dan mengelurkan darah.

6. Kelesuan

Karena kehilangan banyak nutrisi, tubuh kucing menjadi lemah dan lesu. Seakan ia tidak memiliki energi untuk bergerak.

Nafsu makan kucing cacingan biasanya berkurang drastis. Hal ini juga yang menjadi pemicu kucing menjadi lemah dan lesu.

Jadi apabila mendapati kucing kalian lesu, coba perhatikan apakah mengalami gejala cacingan lainya.

7. Cacing Terlihat di Feses atau di Sekitar Anus

Apabila cacing di dalam sistem pencernaan kucing sudah banyak, biasanya akan ada yang terbawa keluar melalui fases kucing. Berbentuk gilik seperti kawat, jika sudah parah biasanya terdapat lebih dari satu cacing.

Selain itu, disekitar anus biasanya terdapat telur cacing yang berwarna putih seperti beras. Coba kalian perhatikan dengan cermat supaya kucing bisa ditangai dengan cepat.

Rekomendasi Obat Cacing Kucing

Setelah kita memahami penyebab kucing cacingan, jenis cacing yang menyerang dan ciri-ciri kucing cacingan, sekarang akan kita bahas obat cacing kucing yang terbukti ampuh.

1. Drontal Cat (Bayer)

Drontal Cat - Obat Cacing Kucing

Rekomendasikan Obat cacing kucing yang pertama yaitu Drontal Cat. Drontal Cat adalah obat cacing khusus kucing yang diproduksi oleh perusahaan BUYER.

Selain terbukti ampuh untuk mengobati infeksi pada saluran pencernaan yang disebakan oleh cacing cambuk, cacing gelang, cacing kait dan cacing pita, drontal cat juga bisa digunakan sebagai pencegahan.

Artinya kalian bisa memberikan drontal cat secara berkala dan tidak menunggu kucing terserang cacingan.

Keunggulan Drontal Cat :

  • Obat cacing andalan untuk kucing.
  • Bisa diberikan dengan/tanpa makanan karena tidak berinteraksi dengan zat nutrisi pada makanan.
  • Dapat diberikan pada indukan kucing yang sedang menyusui.
  • Dapat diberikan pada anak kucing mulai umur 6 minggu.

Cara Pakai :

Sebelum memberikan drontal cat, sebaiknya kucing ditimbang terlebih dulu. Karena dosis drontal cat diukur dari berat badan kucing.

1 tablet (1 pil) drontal cat = 4 kg kucing.

Artinya, setiap 1 tablet drontal cat adalah dosis untuk kucing yang berbobot 4 kg.

Jadi apabila kucing kalian memiliki bobot 4 kg, maka cukup berikan 1 tablet (1 pil) drontal cat.

Tapi jika bobot kucing kalian hanya 2 kg, maka cukup diberikan ½ tablet saja.

Sedangkan untuk kucing dengan bobot 6 kg, maka dosis drontal cat harus ditambah, yaitu menjadi 1½ tablet.

Bagaimana, sudah paham cara pemberianya? saya harap kalian sudah memahminya.

Pihak bayer.co.id memberikan saran program pemberian obat cacing drontal cat, yaitu pada usia 6 minggu, 8 minggu, 10 minggu, 12 minggu (3 bulan), 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan.

Selanjutnya dilakukan 3 bulan sekali, yaitu pada usia 9 bulan, 12 bulan, dst.

2. Drontal Plus + (Bayer)

Drontal Plus

Drontal Plus masih satu perusahaan dengan drontal cat, yaitu dari BUYER. Jika drontal cat dibuat khusus untuk kucing, drontal plus dibuat khusus untuk anjing.

Namun dalam pengaplikasianya bisa juga diberikan pada kucing. Menurut beberapa sumber, drontal plus juga ampuh membasmi berbagai jenis cacing parasit yang menginfeksi saluran pencernaan. Namun sebelum diberikan, perhatikan dosisnya.

1 tablet drontal plus = 10 kg.

Artinya jika bobot kucing kalian 5 kg, maka cukup diberi ½ tablet drontal plus.

Sedangkan jika kucing tersebut hanya berbobot 2 kg, maka cukup diberikan ¼ drontal plus.

3. Diatomix + (Obat Parasit Internal)

Diatomix

Terbuat dari mineral alami, Diatomix sangat efektif membasmi cacing parasit.

Diatomix 100% terbuat dari bahan alami yang tidak mengandung bahan kimia.

Cara kerja obat ini yaitu dengan malakukan kontak mikro fisik & mekanis dimana telur, larva, hingga parasite dewasa akan mati dehidrasi akibat kulit luar lilin penutup tubuh mereka akan tergores dan rusak oleh partikel DE.

Cara Penggunaan :

  • Tambahkan Diatomix (sesuai dosis aplikasi) ke dalam jumlah pakan kucing/hari.
  • Aduk hingga tercampur rata.
  • Berikan campuran pakan + diatomix tersebut pada kucing.

Dosis :

  • Anak kucing/ kitten : 1/2 sendok teh
  • Kucing dewasa : 1 sendok teh

4. Combantrin

Combantrin

Apabila kesulitan mencari obat cacing khusus kucing, kalian bisa menggunakan obat cacing manusia untuk mengatsi kucing cacingan.

Salah satu obat cacing manusia yang terbukti ampuh membasmi cacing dalam saluran pencernaan kucing yaitu Combantrin.

Obat ini sudah sangat populer, dan saya yakin kalian pun sudah mengenalnya. Untuk dosisnya bisa disesuaikan dengan berat badan kucing.

5. Vermox

Vermox

Selain combantrin, Vermox juga terbukti ampun membasmi cacing dalam usus kucing.

Kalian bisa membeli obat ini di apotik terdekat. Untuk cara penggunaanya tidak jauh beda dari obat cacing kucing yang lain.

INGAT! hampir semua obat cacing kucing tidak dianjurkan diberikan pada kucing yang sedang hamil.

Jadi sebaiknya kalian berikan obat cacing pada kucing selepas ia melahirkan. Hal ini semata-mata agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Demikianlah pembahasan kita tentang penyakit cacingan pada kucing. Semoga apa yang sudah saya tuliskan diatas bisa bermanfaat.

Mari simak terus Zonahewan.com untuk mendapatkan informasi terbaru seputar hewan peliharaan. Sekian dari saya, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *