Perawatan Burung Trucukan

Perawatan Burung Trucukan – Burung trucukan, jogjog atau trocok adalah burung kicau yang cukup populer di Indonesia. Meski kicau burung trocok tidak sevareatif burung kicau tipe fighter seperti murai dan kacer, namun ia mempunyai suara ropel yang mirip dengan burung cucak rowo.

Selain itu, burung trucuk juga memiliki gaya kicau yang cukup unik, yaitu mengembangkan kedua saya dan ekornya saat berkicau atau biasa dikenal dengan istilah ngegaruda.

Untuk membuat burung trucukan ropel dan ngegaruda tentu membutuhkan perawatan khusus dan harus konsisten. Untuk sobat yang belum mengerti cara merawat burung trucukan baik harian atau untuk lomba, silahkan simak artikel berikut ini.

Perawatan Burung Trucukan

Perawatan Burung Trucukan

Jika menginginkan trucuk yang ropel sebaiknya sobat memebli trucukan jantan. Sebab burung jantan memiliki suara yang lebih bagus dan lebih kerang dibadingkan burung betina.

Apabila belum tahu perbedaan jantan dan betina silahkan baca artikel “Cara membedakan burung trucukan jantan dan betina” yang sudah saya bagikan. Cara tersebut cukup akurat, jadi silahkan ikuti panduanya.

Burung trucukan hasil ombyokan atau tangkapan hutan biasanya masih giras dan takut dengan manusia. Hal pertama yang harus sobat lakukan agar mudah dalam perawatan yaitu membuatnya jinak terlebih dulu.

Cara menjinakan burung trucukan sudah saya tuliskan beberapa hari lalu. Sobat bisa mencarinya di blog ini atau klik link tersebut. Untuk cara perawatanya simak artikel berikut.

Perawatan Harian Burung Trucukan

Cara merawat trucukan harian sebenarnya tidak jauh beda dengan rawatan harian burung lain. Yang menjadi kunci sukses perawatan ini yaitu tlaten dan konsisten. Berikut ini perawatan harian burung trucukan yang bisa sobat terapkan :

  • Pagi hari sekitar jam 06.00 – 06.30 burung diangin-anginkan pada tempat yang akan terapar sinar matarahari saat sudah terbit. Biarkan burung menikmati udara segar pagi hari.
  • Jam 06.30 mandikan burung dengan cara disemprot atau menggunakan metode mandi keramba. Sebelum memandikan burung pastikan sobat sudah mengeluarkan tempat pakan dan minum.
  • Jangan lupa bersihkan juga kandang dari kotoran burung. Usahakan satu minggu sekali bersihkan kandang menggunakan desinfektan khusus unggas.
  • Setelah selesai mandi, jemur burung selama 1-2 jam agar bulu burung kering. Selain itu sinar matahari juga bagus untuk kesehatan burung.
  • Ganti air minum dan pakan voer.
  • Jika penjemuran selesai, angin-anginkan burung diteras selama 10-15 menit.
  • Berikan pakan tambahan berupa 2 ekor jangkrik dengan cara memasukanya dalam cepuk.
  • Kerodong burung pada siang hari hingga jam 15.00. Dalam kondisi ini sobat bisa melatihnya dengan suara masteran atau suara trucukan lain.
  • Pada sore hari sekitar jam 15.30 buka krodong dan angin-anginkan burung lagi. Berikan pakan tambahan berukan 2 ekor jangkrik kedalam cepuk pakan.
  • Pada malam hari kerodong kembali agar burung istirahat. Sobat juga bisa melatihnya dengan suara masteran.

Pemberian Pakan Tambahan :

  • Berikan 1 sendok teh kroto segar maksimal 3 kali dalam seminggu. Misalnya setiap hari Senin pagi, Kamis pagi dan Sabtu pagi.
  • Selain kroto sobat juga bisa memberikan Ulat Hongkong 5 ekor 3 kali dalam seminggu.
  • Berikan buah-buahan setiap hari. Pemberian buah sebaiknya bergantian, misalnya hari Senin – Kamis diberi buah pepaya, sedangkan Jum’at dan Sabtu berikan pisang, apel atau buah lainnya.
  • Untuk menjaga kesehatan burung sobat bisa mengumbar burung dalam kandang umbaran. Lakukan pengumbaran 4 x seminggu dengan durasi 4 jam/umbaran.
  • Seminggu sekali berikan multivitamin seperti SUPERVIT.
  • Setiap hari Sabtu berikan buah pisang sudah diolesi Madu.

Settingan Burung Trucukan untuk Lomba

Perawatan untuk lomba merupakan kelanjutan dari perawatan harian. Langkah ini bertujuan supaya burung mempunyai tingkat birahi yang tepat dan stamina yang setabil sebelum perlombaan. Kunci sukses dari perawatan trucukan lomba yaitu mengenali karakter burung tersebut. Berikut ini pola perawatan trucukan untuk lomba :

  • H-3 sebelum lomba, Porsi jangkrik ditingkatkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, Kurangi durasi penjemuran, maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, berikan 10-20 ekor ulat hongkong dan 2 ekor jangkrik.
  • Saat burung akan turun lomba, berikan 1 ekor Jangkrik lagi.

Tambahan :

  • Berikan waktu pada burung untuk adaptasi dengan lapangan lomba.
  • Jangan memandikan burung saat di lapangan karena akan membuat birahi tidak stabil.

Perawatan Trucukan Setelah Lomba

Tidak hanya saat akan lomba, perawatan setelah burung mengikuti lomba juga snagat penting. Tujuanya yaitu untuk memulihkan stamina burung. Berikut ini pola perawatan setelah lomba.

  • Turunkan porsi EF seperti setingan Harian.
  • H+1 setelah lomba berikan multivitamin khusus burung seperti SUPERVIT.
  • Hingga H+3 setelah lomba durasi penjemuran maksimal 30 menit saja.

Demikianlah pola perawatan burung trucukan baik harian, untuk lomba dan setelah lomba. Semoga pola perawatan tersebut bisa membuat burung trucukan sobat menjadi gacor dan ropel. Sekian dari saya, salam kicau.

Tinggalkan komentar